Nusantara Impianku
Nusantara Pujaanku
Nusantara Impianku
Nusantara kau milikku…
Demikian sepenggal reffren lagu “Nusantara VI” yang diciptakan, sekaligus dibawakan oleh grup musik legendaris Indonesia Koes Plus. Namun, khalayak umum masih banyak yang tidak mengerti apa arti dan sejarah Nusantara yang merupakan nama lain dari Indonesia.
Koes Plus adalah sebuah grup musik Indonesia yang terkenal pada tahun 1970-an. Dalam mengangkat tema Nusantara untuk dijadikan sebuah lagu, Koes Plus, tentunya, mempunyai maksud tersendiri, yakni sebuah bentuk apresiasi dan kekaguman akan Nusantara (Indonesia) yang tak lain merupakan sebuah negara kesatuan yang terdiri dari begitu banyak pulau. Hal ini menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri bagi Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Selain itu, Nusantara memiliki banyak kekayaan dan keanekaragaman suku, agama, ras, dan budaya; serta kekayaan alam nan berlimpah ruah. Ini terbukti dalam lirik lain yang terdapat dalam lagu tersebut: Sawah ladang kuning meluas tanaman padi…Padang hijau, penuh ternak dan sapi…
Seiring dengan berkembangnya jaman, masyarakat Indonesia seolah tak peduli lagi akan Nusantara. Istilah tersebut, seolah hanya embel-embel belaka yang sama sekali tak memiliki nilai atau makna. Banyak masyarakat di Nusantara ini (khususnya generasi muda) yang tak mengerti arti atau definisi dari Nusantara.
Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno: Nusa dan antero. Secara etimologi atau makna kata, Nusa berarti pulau, dan antero berarti keseluruhan atau kesatuan.
Menurut Wikipedia, Nusantara didefinisikan sebagai wilayah yang akan ditaklukkan. Definisi tersebut diadopsi dari jaman jahilihiah. Namun, jika ditilik dari jaman non jahilihiah, Nusantara didefinisikan sebagai seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Konsep Nusantara
Konsep “Nusantara” murni berasal dari kebudayaan asli Indonesia (Majapahit). Hal ini terlihat dari kata Nusantara sendiri yang tidak diambil dari bahasa asing (India). Bangsa Indonesia sebagai keturunan asli (bukan pendatang) dari Majapahit, memiliki hak mutlak atas terminologi Nusantara.
Sebagai pewaris terminologi Nusantara, maka hakikat dari definisi terminologi ini yaitu wilayah Negara adalah tetap. Jikalau dahulu Nusantara merujuk ke wilayah Majapahit, maka sekarang Nusantara merujuk pada wilayah Indonesia.
Masih menurut Wikipedia, dalam konsep kenegaraan Jawa, daerah kekuasaan dibagi menjadi dua, yakni Agung dan Mancanegara.
Negara Agung merupakan daerah sekeliling ibukota kerajaan tempat raja memerintah. Sedangkan Mancanegara adalah daerah-daerah di pulau Jawa dan sekitar yang budayanya masih mirip dengan Negara Agung, tetapi sudah berada di “daerah perbatasan”.
Dilihat dari sudut pandang ini, Madura dan Bali adalah daerah “mancanegara”. Lalu, Nusantara adalah daerah di luar pengaruh budaya Jawa, tetapi (kadang kala) masih diklaim sebagai daerah jajahan dimana para penguasanya harus membayar upeti.
begitulah kira-kira…
0 Responses to “Nusantara, Riwayatmu Kini”